Kamis, 26 April 2012

“Pedicabs Fun Day” KB-TKIT Mutiara Insani Delanggu



Sabtu, 21 April 2012. “Pedicabs Fun Day” inilah tema yang diusung oleh KB-TKIT Mutiara Insani Delanggu. Sejumlah 44 becak berperan serta menyemarakkan acara di akhir pekan ini. Becak-becak tersebut siap mengusung 149 siswa dan 18 ustadzah serta direktur KB-TKIT Mutiara Insani Delanggu.  Kegiatan yang mengambil rute keliling kota Delanggu ini melibatkan Kepolisian Sektor Delanggu untuk mendampingi rombongan di sepanjang perjalanan. Kepala Unit Lalu Lintas, Bapak H. Sri Manto terjun langsung mengkoordinir tim Polisi Lalu Lintas. 

Acara dimulai pukul 08.00 s/d 09.00 WIB. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti acara ini. Mereka tak segan menyapa orang-orang yang mereka temui di jalan. Masyarakat pun memberikan respon yang bagus terkait kegiatan ini.

 Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengasah berbagai aspek khususnya sosial emosional anak (rasa empati). Pada event ini anak diajak untuk berbagi kepada tukang becak dengan memberikan bingkisan yang sudah disiapkan dari rumah. Adapun isi bingkisan yaitu 2 gelas beras dan 2 bungkus mie instan.

Start "Pedicabs Fun Day" dari kampus TKIT Mutiara Insani Ciran, Gatak, Delanggu

Rombongan "Pedicabs Fun Day" melewati Pasar Delanggu


           

Jumat, 03 Februari 2012

Penerimaan Siswa Baru


PENERIMAAN SISWA BARU
KB/ TKIT MUTIARA INSANI DELANGGU
TAHUN PELAJARAN 2012/2013



Visi, misi dan tujuan          :
·  Visi
Mewujudkan umat yang beriman dan bertaqwa, berkepribadian dan mempunyai daya hidup mandiri dan daya saing dalam kehidupan
·  Misi
1.  Menyiapkan dakwah Islam kepada masyarakat sehingga mereka memiliki pemahaman yang benar dan mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik
2.  Menyiapkan generasi Islam yang memilki pondasi keimanan, kepribadian, keilmuan dan keterampilan hidup sehingga terbentuk pribadi muslim yang kuat dan tangguh
·  Tujuan
Tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi nilai-nilai agama dan moral, social emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik untuk siap memasuki pendidikan dasar.

Program Pengajaran :
1.        Memadukan kurikulum Nasional dan Diniyah
2.        Membaca dan menulis latin dan Arab
3.        Pengenalan dasar- dasar berhitung
4.        Hafalan Al-Qur’an terutama Juz 30
5.        Hafalan do’a dan wirid harian
6.        Mengenal Hadits- hadits pilihan
7.        Pengenalan kosa kata dalam tiga bahasa ( Indonesia, Arab, Inggris )
8.        Pengenalan dasar- dasar sempoa
9.        Outing School sebagai aplikasi Ilmu Pengetahuan
10.     Life Skill sebagai pelatihan kemandirian siswa
11.     Sains

Waktu Belajar :

Kelas
Hari
Waktu
Kel.
Bermain
Senin - Kamis
07.00 – 13.00 WIB
Jum’at
07.00 – 10.30 WIB
TKIT
Senin – Kamis & Sabtu
07.00 – 13.00 WIB
Jum’at
07.00 – 10.30 WIB



Syarat Pendaftaran :
1.            Usia minimal
Kelas Kelompok Bermain : 3 th
Kelas TKIT                        : 4 th
2.            Membayar biaya pendaftaran:
Kel. Bermain                         : Rp 55.000,00
TKIT                                     : Rp 65.000,00
3.            Mengisi formulir Pendaftaran
4.            Fc. Surat/ Akte Kelahiran
5.            Daftar Ulang serta menyelesaikan biaya administrasi

Pelaksanaan pendaftaran :

·            Kelas Kelompok Bermain
Kegiatan
Gelombang I
Gelombang II
Pendaftaran
01 s/d 31 Maret 2012
07 Mei s/d 10 Mei 2012
Wawancara orangtua
06 April s/d 07 April 2012
17 Mei s/d 18 Mei 2012
Psikotest
10 April 2012
22 Mei 2012
Pengumuman
30 April 2012
28 Mei 2012
Daftar Ulang
30 April s/d 03 Mei 2012
28 Mei s/d 30 Mei 2012
Ukur Seragam
04 Mei 2012
01 Juni 2012

·            Kelas TKIT
Kegiatan
Gelombang I
Gelombang II
Pendaftaran
01s/d 31 Maret 2012
07 Mei s/d 10 Mei 2012
Wawancara orangtua
02 April s/d 05 April 2012
14 Mei s/d 16 Mei 2012
Psikotest
10 April 2012
22 Mei 2012
Pengumuman
30 April 2012
28 Mei 2012
Daftar Ulang
30 April s/d 03 Mei 2012
28 Mei s/d 30 Mei 2012
Ukur Seragam
04 Mei 2012
01 Juni 2012

Gelombang II Dibuka Apabila Pendaftaran pada Gelombang I Belum Terpenuhi
☺☺☺
Mendidik Generasi Qur’ani, Cerdas
Kreatif dan Mandiri
Harapan Umat Masa Depan



Komentar Orangtua Murid Setelah Menyekolahkan di KB/ TKIT
MUTIARA INSANI DELANGGU

1.        ( Bapak Safrudin Harahap, orang tua dari Alim Aubertsyah Kelas Kelompok Bermain )
 “Alhamdulillah anak saya Alim mengalami kemajuan yang pesat dalam berperilaku sehari-hari, sekarang lebih sopan. Lebih mudah diatur dan sudah mulai mengertai mengenai mana yang baik dan yang tidak. Hafalan dan do’a-do’a harian pun dia sudah hafal. Subhanallah, kadang saya benar-benar takjub dibuatnya. Pada kesempatan ini saya ucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan pembelajaran KB Mutiara Insani kepada anak saya, terlebih kepada ustadzahnya. Jazakillah Khoiron.”
2.        ( Bapak Kus Setyadi-Ibu Indah Setyani orang tua dari Ghani Arasya Ghifari Kelas A2 )
” Alhamdulillah anak saya sudah mulai mandiri, tidak cengeng. Ia semakin pandai bercerita dan banyak menceritakan hal-hal yang dialami di sekolah maupun di luar sekolah. Ia juga cepat bisa menghafal bacaan sholat dan surat-surat. Jadi TKIT Mutiara Insani sangat menunjang pendidikan di bidang agama maupun umum. ”
3.        ( Bapak Nugroho Wasisto, orang tua dari Zidan Fadhli Ramadhan  )
” Saya sebagai orang tua bangga mempunyai anak yang berakhlaq mulia. Di Mutiara Insani anak saya berbeda jauh dengan anak sebaya bahkan diatasnya yang tidak sekolah di TKIT. Yang paling menonjol adalah hafalan Qur’annya. Kalau dengan saudara-saudaranya dia selalu jadi imam sholat dengan bacaan surat panjang-panjang, saya tertegun juga melihat anak saya seperti itu, tingkah lakunya juga semakin tertata. Ada yang komentar, ”Anak kok pintar seperti itu, terus yang pintar didik ortunya atau ustadzahnya ya?” langsung saya jawab, ”Ya, ustadzahnya di sekolah dong Bu..” jadi saya sangat berterimakasih kepada TKIT Mutiara Insani yang mendidik anak saya sampai saat ini.”



Kampus :
KB – TKIT : Ciran, Gatak, Delanggu, Klaten
Hp. 081229794402

Senin, 14 Februari 2011

Mendeteksi Kesulitan Belajar


Meski kesulitan belajar baru dialami di usia sekolah, namun pendeteksiannya dapat dilakukan sejak usia prasekolah agar dapat ditangani segera. Risiko kesulitan belajar bisa dideteksi sejak anak berusia 3-5 tahun. Deteksi ini meliputi pemantauan terhadap perkembangan persepsi, konseptual, kemampuan mengingat, berbahasa, penguasaan diri, pemusatan perhatian dan fungsi integrasi sensorik.
Orang tua dapat mendeteksi kemungkinan adanya risiko kesulitan belajar dengan cara sebagai berikut :
1.      Mengamati tanda-tanda awal yang berkaitan perkembangan :
a.      Motorik, meliputi keterampilan berlari, melompat, melempar dan sebagainya. Apakah keseimbangannya baik atau tidak ?
b.     Persepsi
w  Visual : Dalam mengenali huruf yang hampir mirip seperti ” b ” dan ” d ”, apakah anak sering kali terbalik/tertukar ? Begitu pun dalam mengenali bentuk-bentuk geometri yang hampir sama.
w  Auditori ; Lihat bagaimana respons anak terhadap suatu intruksi. Apakah bisa mengikuti atau tidak ? Apakah responsnya cepat atau lambat ?
w        Taktil –kinestetik : Lihat bagaimana anak menggerakkan jari-jemarinya dalam membedakan tekstur, misal apakah anak cukup peka dengan permukaan kasar dan halus ; apakah anak cukup ajek dalam memegang pensil dengan jari-jari tangannya ; apakah anak dapat menebak benda dengan meraba dan mata tertutup ?
c.      Bahasa (reseptif dan ekspresif), apakah perkembangan bicaranya terbatas dibanding teman-teman seusianya, sehingga sulit menceritakan pengalaman dirinya ? Sulit mengutarakan keinginannya secara ekspresif, kalaupun bisa sangat terbatas.
2.      Mengamati perkembangan praakademik di tingkat prasekolah
a.      Pramembaca
w        Bagaimana sikapnya terhadap buku, tertarik atau tidak ?
w        Bagaimana perilaku saat memanipulasi buku, pura-pura membolak-balik buku atau tidak ?
w        Apakah memiliki kesadaran bunyi, semisal bisa memenggal kata/ritme tertentu atau tidak ?
w        Apakah dapat mengenal kata/lambang tertentu atau tidak ?
b.     Pramenulis
w        Apakah mampu menyalin menyalin bentuk-bentuk geometri atau tidak ?
w        Apakah mampu menulis dari urutan kiri ke kanan ?
w        Apakah mampu menuliskan namanya sendiri ?
c.      Praberhitung
w        Apakah mampu mengklasifikasikan bentuk, warna dan ukuran ?
w        Apakah mampu mengurutkan kecil-besar, pendek-panjang dan sebagainya?
w        Apakah mampu menyimpilkan perbandingan ? Misal kakak lebih tinggi dari adik, ayah lebih tinggi dari kakak, jadi ayah paling tinggi.
3.      Menelusuri penyebab kesulitan belajar
w        Masa Pranatal, kondisi ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi kondisi bayi dalam kandungan.
w        Masa Natal, kondisi saat kelahiran, apakah proses kelahirannya lancar atau sulit ?
w        Masa Pascanatal, kondisi setelah kelahiran, seperti hambatan pernapasan akibat prematuritas.
w        Herediter/keturunan, ada-tidaknya riwayat kesulitan belajar dalam keluarga.

Perkembangan
Aktivitas


Motorik Kasar
w        Latihan merangkak
w        Latihan merayap
w        Latihan jalan menelusuri garis
w        Latihan lempar tangkap bola
w        Latihan lari dan lompat




Motorik Halus
w        Meronce manik-manik
w        Menjepitkan jepitan
w        Menyusun balok-balok
w        Bermain plastisin, menggulung, meremas
w        Menyobek kertas
w        Membuat mozaik, kolase
w        Memilah-milah benda
w        Memasukkan benda kedalam kotak
w        Memetik jari-jari
w        Bermain kontruksi



Persepsi Auditori
w        Meniru dan menghitung ketukan
w        Mengenali dan memeragakan suara
w        Menirukan Suara
w        Membedakan berbagai bunyi
w        Mengulang kata-kata yang bunyinya mirip
w        Melaksanakan instruksi


Persepsi Visual
w        Menemukan bentuk gambar
w        Menyusun puzzle
w        Klasifikasi/mengelompokkan benda, bangunan
w        Menemukan huruf/angka Menyuruh anak menyebutkan beberapa benda dalam gambar
w        Perlihatkan gambar minta anak untuk menyebutkannya
Persepsi Taktil-Kinestetik
Taktil:
w        Menebak benda dengan cara meraba
w        Menghitung benda dengan cara meraba
w        Membedakan benda kasar dan halus
Kinestetik :
w        Menirukan gerak sesuai contoh
w        Memutar tangan
w        Membuat pola bangun dengan jari-jari tangan
w        Membuat pola bangun pada kertas (menggambar)


Disarikan dari berbagai sumber

Dependen


  1. PENGERTIAN
Dependen / tergantung adalah sikap dan perilaku anak yang selalu ingindibantu dalam melakukan berbagai hal yang sebenarnya sudah dapat dilakukannya.
      Proses perkembangan kemandirian pada anak diawali sejak usia yang sangat dini, ketika anak  mulai sadar dan menunjukkan perkembangan keterampilan motorik kasar dan sedikit motorik halus.
  1. CIRI-CIRI
Adapun ciri-ciri anak dependen antara lain :
    1. Sering mengatakan tidak bisa, tidak mampu
    2. Tampak tidak semangat, malas, ragu-ragu dan cemas
    3. Reaksi dan perilakunya dalam banyak situasi seperti anak dibawah usianya
    4. Cenderung pendiam, pasif, tidak lincah terutama dalam situasi yang dipersepsikannya menuntut prestasi
    5. Dalam pergaulan dengan teman sebaya cenderung menjadi pengikut
    6. Bila melakukan tugas perlu petunjuk yang jelas dan dukungan orang lain
    7. Bila bekerja butuh waktu lama, banyak menghapus dan lebih banyak diam.
  1. PENYEBAB
Faktor yang paling banyak menentukan perkembangan anak menjadi dependen/tergantung adalah sikap dan perlakuan orang tua/pengasuh yang kurang memberi kesempatan dan latihan pada anak untuk mengerjakan sesuatu sendiri. Hal ini disebabkan oleh orang tua/pengasuh yang :
    1. Menganggap anak tidak mampu (under-estimate) sehingga selalu cenderung membantu anak
    2. Menuntut anak terlalu tinggi sehingga tidak sabar bila anak bekerja lambat dan tidak rapi
    3. Kasihan melihat anak sulit melakukannya sendiri dengan susah payah, selalu melindungi anak dari kesulitan (over-protective).
  1. PENANGANAN
Pokok permasalahan anak dependen adalah tidak berkembangnya keterampilan untuk melakukan berbagai kegiatan (life skills) dan perasaan bahwa ia tidak mampu. Konsep diri (self concept) dan harga diri (self esteem) tidak berkembang dengan baik.
Penanganan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan harga diri dengan cara sebagai berikut :
1.       Berikan kesempatan dan latihan pada anak untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya dapat dilakukan, dengan selalu disertai dukungan dan penghargaan sekecil apa pun prestasi/hasil kerjanya
2.       Tanamkan disiplin, rutinitas dan batasan-batasan yang realistis
3.       Hindarkan/minimalkan situasi yang dapat menyebabkan anak merasa tertekan, terancam sehingga timbul kecemasan dan rasa takut yang akan menghambat gerak dan langkahnya
4.       Beri kesempatan anak untulk mengambil keputusan dan menentukan apa yang akan dilakukan atau dipilihnya, beri penghargaan bila ia mau dan dapat melakukannya.
  ( Wallahua’lam, Usth. Siti )
 

KB/TKIT MUTIARA INSANI Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino